1.
Definisi
Caput
suksadenum adalah pembengkakan yang edematosa atau kadang-kadang ekimotik dan
difus dari jaringan lunak kulit kepala yang mengenai bagian yang telah
dilahirkan selama persalinan verteks. Edema pada caput suksadenum dapat hilang
pada hari pertama, sehingga tidak diperlukan terapi. Tetapi jika terjadi
ekimosis yang luas, dapat diberikan indikasi fototerapi untuk kecenderungan
hiperbilirubin.Kadang-kadang caput suksadenum disertai dengan molding
atau penumpangan tulang parietalis, tetapi tanda tersebut dapat hilang setelah
satu minggu.
2.
Etiologi
Kaput suksedaneum terjadi karena
adanya tekanan yang kuat pada kepala pada saat memasuki jalan lahir sehingga
terjadi bendungan sirkulasi perifer dan limfe yang disertai dengan pengeluaran
cairan tubuh ke jaringan ekstravaskuler. Keadaan ini bisa terjadi pada partus
lama atau persalinan dengan Vaccum ektrasi. (Dewi, 2010)
3. Patofisiologi
Kelainan
ini timbul karena tekanan yang keras pada kepala ketika memasuki jalan lahir
sehingga terjadi bendungan sirkulasi kapiler dan limfe disertai pengeluaran
cairan tubuh ke jaringan extravasa. Benjolan caput ini berisi cairan serum dan
sering bercampur dengan sedikit darah. Benjolan dapat terjadi sebagai akibat
bertumpang tindihnya tulang kepala di daerah sutura pada suatu proses kelahiran
sebagai salah satu upaya bayi untuk mengecilkan lingkaran kepalanya agar dapat
melalui jalan lahir. Umumnya moulage ini ditemukan pada sutura sagitalis dan
terlihat segera setelah bayi lahir. Moulage ini umumnya jelas terlihat pada
bayi premature dan akan hilang sendiri dalam satu sampai dua hari. (Markum, 1991)
4.
Gejala Klinis
a.
Udema di kepala
b.
Terasa lembut dan lunak pada perabaan
c.
Benjolan berisi serum dan kadang bercampur dengan darah
d.
Udema melampaui tulang tengkorak
e.
Batas yang tidak jelas
f.
Permukaan kulit pada benjolan berwarna ungu atau kemerahan
g.
Benjolan akan menghilang sekitar 2-3 minggu tanpa pengobatan
(Dewi, 2010)
5.
Komplikasi
a.
Infeksi
Infeksi pada caput succedaneum bisa
terjadi karena kulit kepala terluka.(kosim, 2003)
b.
Ikterus
Pada bayi yang terkena caput
succedanieum dapat menyebabkan ikterus karena inkompatibilitas faktor Rh atau
golongan darah A, B, O antara ibu dan bayi. (Kosim, 2003)
c.
Anemia
Anemia bisa terjadi pada bayi yang
terkena caput succedanieum karena pada benjolan terjadi perdarahan yang hebat
atau perdarahan yang banyak.
6.
Penatalaksanaan
a.
Perawatan bayi sama dengan perawatan bayi normal.
b.
Pengawasan keadaan umum bayi.
c.
Berikan lingkungan yang baik, adanya ventilasi dan sinar
matahari yang cukup.
d.
Pemberian ASI yang adekuat, bidan harus mengajarkan pada ibu
teknik menyusui dengan benar.
e.
Pencegahan infeksi harus dilakukan untuk menghindari adanya
infeksi pada benjolan.
f.
Berikan konseling pada orang tua, tentang:
1)
Keadaan trauma yang dialami oleh bayi;
2)
Jelaskan bahwa benjolan akan menghilang dengan sendirinya
setelah sampai 3 minggu tanpa pengobatan.
3)
Perawatan bayi sehari-hari.
4)
Manfaat dan teknik pemberian ASI.
(Dewi, 2010)





