ASUHAN KEBIDANAN INTRANATAL
PATOLOGI PADA NY “D”
DENGAN PARTUS POSTERM (SEROTINUS)
DI PUSKESMAS BATUA MAKASSAR
TANGGAL 18 OKTOBER 2011
No.Register : 412 / 11
Tgl.Masuk : 18 Oktober 2011, Pukul
06.00 wita
Tgl.Partus : 18 Oktober 2011, Pukul
06.40 wita
Tgl.Penkajian : 18 Oktober 2011, Pukul 10.00 wita
LANGKAH I IDENTIFIKASI DATA DASAR
A.
Identitas Istri / Suami
Nama :
Ny “D” / Tn “S”
Umur :
26 thn / 36 thn
Nikah, Lamanya : 1x, 3thn
Suku :
Makassar
Agama :
Islam
Pendidikan :
SMP / SMP
Pekerjaan : IRT / Wiraswasta
Alamat :
Jl. Batua raya
B.
Data Biologis
1.
Keluhan utama : ibu merusakan nyeri
perut tembus kebelakang
2.
Riwayat kesehatan utama
·
Nyeri perut tembus kebelakang sejak
tanggal 18 Oktober 2011,pukul 04.30 wita.
·
Nyeri dirasakan hilang timbul dan mengganggu
aktifitas.
·
Lokasi nyeri pada perut bagian bawah
tembus kebelakang.
·
Klien berusaha mengatasi nyeri dengan
menarik nafas dan menghembuskan melalui mulut dan berteriak-teriak
C.
Tinjauan Kartu INC
1. G1
P0 A0
2. Kehamilan
ibu yang pertama
3. HPHT
tanggal 08-12-2011 TP
tanggal 15-09-2011
4. Imunisasi
yang didapat selama hamil
·
TT1 tanggal 20-12- 2010
·
TT2 tanggal 21-01-2011
D.
Riwayat Reproduksi
·
Menarche :
14 thn
·
Siklus haid : 28-30 hari
·
Durasi :
6-7 hari
·
Perlangsungan : normal
·
Dismenore : tidak ada rasa nyeri
E.
Riwayat Kesehatan Yang Lalu
·
Tidak ada riwayat penyakit DM,
Paru-paru,dan Jantung
·
Tidak ada riwayat penyakit keturunan dan
menular
·
Ibu tidak ada riwayat alergi dan
ketergantungan obat-obatan
F.
Riwayat Keluarga Berencana
Ibu tidak pernah menjadi akseptor KB
G.
Data Psikologis / Sosial
·
Hubungan ibu dan keluarga baik
·
Ibu dan keluarga senang dengan
kehamilannya
·
Ibu merasa khawatir dengan keadaan
bayinya
·
Ibu menanyakan apakah bayinya dalam
keadaan sehat
H.
Data Spritual
·
Ibu selalu berdo’a kepada Allah SWT
semoga persalinannya berjalan lancar
·
Ibu juga memohon kepada Allah SWT untuk
keselamatan bayinya dan kesehatan dirinya.
I.
Riwayat Pemenuhan Kebutuhan Dasar
·
Kebutuhan nutrisi dan cairan
Makanan :
nasi, sayur, lauk pauk dan buah-buahan
Frekuensi :
3x sehari
Pola makan :
teratur
Selama inpartu passien hanya makan roti dan minum
susu
·
Kebutuhan eliminasi
BAK
Frekuensi :
5-6 x sehari
Bau :
amoniak
Warna :
kekuning-kuningan
BAB
Frekuensi :
1x sehari
Konsistensi :
padat
Warna :
kecoklat-coklatan
Selama inpartu belum ada perubahan
·
Istirahat
Tidur malam mulai pukul 20.00 s/d 05.00 wita
Tidur siang mulai pukul 13.00 s/d 15.00 wita
Selama inpartu klien sulit tidur karena gelisah
·
Kebutuhan personal hygiene
Mandi 3x sehari menggunakan sabun
Menggosok gigi 3x sehari menggunakan pasta gigi
Keramas 2x dalam seminggu menggunakan shampo
J.
Pemeriksaan Fisik
1. Pemeriksaan
umum
-
Keadaan composmentis, ekspresi wajah ibu
tampak meringis
-
Keadaan ibi baik
-
BB ibi sebelum hamil : 50 kg BB
sekarang : 62 kg
-
TB sekarang : 156 cm
-
LILA :
32 cm
2. Tanda-tanda
vital
TD :
110/70 mmHg P : 24 x/mnt
N : 82
x/mnt S : 36,50C
3. Kepala
dan rambut
Inspeksi :
rambut hitam bersih dan tidak ada ketombe
Palpasi : tidak
ada nyeri tekan dan massa
4. Wajah
Inspeksi :
tidak ada oedema dan tidak nampak cloasma gravidarum
Palpasi : tidak
ada nyeri tekan
5. Mata
Inspeksi :
konjungtiva merah mudah dan sclera putih
6. Hidung
Inspeksi :
tidak ada secret, tidak ada polip dan peradangan
Palpasi : tidak ada nyeri tekan / peradangan
7. Mulut
dan gigi
Inspeksi :
bibir tidak pucat dan gigi tidak caries
8. Telinga
Inspeksi :
tidak ada serumen dan pendengaran baik
9. Leher
Inspeksi :
tidak ada pembesaran kelenjar tyroid, limfe dan vena jugularis
10. Payudara
Inspeksi :simetris kanan kiri, putting susu
menonjol dan hyperpigmentasi pada
areola mammae
Palpasi : tidak
ada massa dan nyeri tekan, cloasma (+) jika dipencet
11. Abdomen
Inspeksi :
tidak ada bekas lokasi operasi, tampak linea nigra dan striae
albicans,tonus
otot perut longgar
Palpasi :
Leopold
I : 3jrbpx / 36 cm LP :
106 cm
Leopold
II : PUKI
Leopold
III : kepala
Leopold
IV : BDP
TBJ : 3816
Auskultasi :
Djj terdengar jelas dan kuat disebelah kiri bawah perut ibu dengan
frekuensi
140 x/mnt.
12. Genetalia
Inspeksi :
tidak ada oedema dan varises dan tampak pelepasa lendir dan
darah.
Palpasi :
pemeriksaan dalam, VT pukul 06.15 wita
1.
Vulva / vagina : tidak ada kelainan
2.
Portio :
melesap
3.
Pembukaan : 10 cm
4.
Ketuban :
(-)
5.
Presentasi : kepala
6.
Penurunan : hodge IV, 0/5
7.
Molase :
(0)
8.
Penumbungan : (0)
9.
Kesan panggull : normal :
10.
Pelepasan : lendir dan darah
13. Ekstremitas
Inspeksi :
tidak ada varises dan oedema
Palpasi : refleks patella (+) kanan kiri
LANGKAH
II IDENTIFIKASI DIAGNOSA / MASALAH AKTUAL
Diagnosa : G1 P0 A0, Gestasi 42 minggu 6 hari,
situs memanjang, presentasi
kepala, BDP, janin hidup, tunggal, intra
uterine, inpartu kala I fase aktif, keadaan ibu dan bayi baik.
1.
G1 P0 A0
DS :
kehamilan ibu yang pertama
DO :
tampak linea nigra, striae albicans dan tonus otot tegang
Analisa dan Interpretasi Data
Tonus otot tegang karena adanya
kontraksi uterus serta tampak linea nigra dan striae albicans karena terjadinya
perubahan depositpigmen dan hiperpigmentasi karena pengaruhmelanophouse
stymulating hormone dan lobus hipofisis interior dan pengaruh kelenjar.
(Mochtar R. 1998)
2.
Gestasi 42 minggu 6 hari
DS :
-
Do :
palpasi leopold I 3 jrbwpx
Analisa dan Interpretasi Data
-
Dari HPHT tanggal 08-12-2010 sampai
tanggal pengkajian 18-10-2011 umur kehamilan ibu 42 minggu 6 hari dengan siklus
haid rata-rata 28 hari.(Ilmu Kebidanan.Hal : 686)
-
TFU 3 jrbwpx menurut Herman Kristo umur
kehamilan ibu posterm
3.
PUKI
DS :
ibu merasakan pergerakan janin terutama dirasakan disebelah kanan
DO :
palpasi leopold II punggung kiri (puki)
Analisa dan Interpretasi Data
Pada saat palpasi leopold II teraba
keras memanjang dari atas kebawah
seperti papan pada sisi perut ibu itu menandakan punggung sebelah kiri perut
ibu. (mochtar R.Hal: 50)
4.
Situs memanjang
DS :
ibu merasakan pergerakan janinnya kuat terutama disebelah kanan perut ibu
DO :
palpasi
Leopold I : 3 jrbwpx
Leopold II : PUKI
Leopold III : Kepala
Leopold IV : BDP
Analisa dan Interpretasi Data
Dari hasil palpasi abdomen sumbu panjang
janin memanjang terhadap sumbu panjang ibu. (Yus K. Hal : 146)
5.
Presentasi kepala, BDP
DS : ibu merasakan ada tekanan dan teraba keras
pada perut bagian bawah ibu dan ibu sering BAK.
DO : leopold III teraba kepala
Analisa
dan Interpretasi Data
Pada palpasi leopold III teraba kepala
yaitu bundar, keras dan melenting yang menandakan bahwa presentasi kepala.(Ilmu
Kebidanan.2009).
6.
Janin hidup
DS :
ibu merasakan pergerakan janinnya disebelah kanan
DO :
Djj terdengar jelas pada perut sebelah kiri dengan frekuensi 146 x/mnt
Analisa dan Interpretasi Data
Pada kehamilan janin dikatakan hidup
jika pembesaran sesuai umur kehamilan dan pada saat palpasi teraba satu
punggung dan satu kepala, Djj terdengar jelas hanya pada satu tempat atau satu
bagian sesuai punggung janin. ( Manuaba I.Hal : 265)
7.
Janin tunggal
DS :
merasakan pergerakan janinnya disebelah kanan
DO : pembesaran perut sesuai umur kehamilan
Analisa dan Interpretasi Data
Pembesaran perut sesuai umur kehamilan
dan pada saat palpasi teraba satu kepala, satu bokong, serta pada saat
auskultasi Djj terdengar jelas disatu sisi menandakan janin tunggal. (Ilmu
Kebidanan. 2009)
8.
Intra uteri
DS :
ibu merasakan tidak pernah nyeri perut yang hebat selama hamil
DO :
tidak ada kesulita selama palpasi
Analisa dan Interpretasi Data
Nyeri perutsaat janin bergerak pada
kehamilan ekstrauteri diakibatkan oleh adanya tarikan peritonium. (Ilmu
Kebidanan.2009)
9.
Inpartu kala I fase aktif
DS :
-
Umur kehamilan ibu lebih
-
Ibu mengeluh nyeri perut bagian belakang
-
Pelepasan lendir dan darah sejak tanggal
22-10-2011, pukul 05.30 wita
DO :
hasil palpasi
Leopold I : 3 jrbwpx
Leopold II : PUKI
Leopold III : Kepala
Leopold IV : BDP
Kontraksi uterus 5 x/mnt dengan
durasi > 40 /dtk
Hasil VT tanggal 18-12-2011, pukul
06.15 wita dengan hasil
1.
Vulva / vagina : tidak ada kelainan
2.
Portio :
melesap
3.
Pembukaan : 10 cm
4.
Ketuban :
(-)
5.
Presentasi : kepala
6.
Penurunan : hodge IV, 0/5
7.
Molase :
(0)
8.
Penumbungan : (0)
9.
Kesan panggull : normal :
10.
Pelepasan : lendir dan darah
Analisa
dan Interpretsi Data
Nyeri ditimbulkan oleh
kontraksi ototrahim. Tekanan pada ganglion dalam seviks pada segmen bawah rahim
karena serabut otot yang berkontraksi. Pelepsan lendir dan darah dari serviks
akibat pembukaan dan pendataan serviks. Perubahan hormon estrogen dan
progesteron yang menurun dengan bertambahnya usia kehamilan sehingga mammae
meningkatkan oksitosin yang menimbulkan kontraksi uterus.pembukaan serviks 10
cm menandakan ibu untu fase dalam kala I persalinan.
10.
Keadaan ibu dan janin baik
DS :
ibu merasakan janinnya bergerak kuat dan teratur
DO :
-
Auskultasi Djj terdengar jelas dengan
frekuensi 146 x/mnt
-
Akan Penampilan ibu tampak sehat,
tanda-tanda vital
TD : 110/70 mmHg P
: 24 x/mnt
N : 82 x/mnt S
: 36,50 C
Analisa
dan Interpretasi Data
-
Pergerakan janin yang kuat dirasakan ibu
dan Djj terdengar jelas dengan frekuensi 146 x/mnt menunjukkan janin baik.
-
Tanda-tanda vital ibu dalam batas normal
menandakan ibu dalam keadaan baik.
LANGAKAH III IDENTIFIKASI DIAGNOSA
/ MASALAH POTENSIAL
Tidak ada data yang menunjang
LANGKAH IV TINDAKAN SEGERA /
KOLABORASI
Tidak ada data yang menunjukkan untuk
perlunya tindakan segera,kolaborasi / rujukan.
LANGKAH V INTERVENSI / RENCANA
TINDAKAN
Tujuan : kala I fase aktif berlangsung baik
Criteria :
-
Kontraksi uterus 5 x/mnt dengan durasi
>40/dtk
-
Tanda-tanda vital dalam batas normal
TD
: 110/70 P : 24 x/mnt
N
: 82 x/mnt S : 36,50
C
Rencana
Tindakan
1.
Anjurkan ibu untuk cuci kaki dan BAK
sebelum naik ketempat tidur
Rasional :
menjaga personal hygiene, buang air kecil member rasa nyaman
dengan mengosongkan kandung kemih diharap agar kontraksi
lebih kuat.
2.
Observasi tanda-tanda vita
Rasional :
obsevasi tanda-tanda vital untuk memantau keadaan ibu dan
mempermudah melakukan tindakan.
3.
Lakukan VT
Rasional :
untu mengetahui kemajuan persalinan apakah persalinan berlangsung
normal atau tidak normal dan apakah ada tanda gawat janin.
4.
Anjurkan ibu melakukan relaksasi yaitu
menarik nafas dan menghembuskan melalui mulut jika his timbul.
Rasional : tekhnik relaksasi merupakan salah satu
cara untu mengurangi rasa nyeri dengan memberikan aliran oksigen yang
cukup kejanin.
5.
Anjurkan ibu miring kiri / kanan satu
sisi
Rasional : Meningkatkan oksigen janin karena tidur
miring dapat mencegah penekanan vena cava inferior
uterus yang membesar dapat mengurangi suplay darah dari
ibu kejanin.
6.
Obsservasi Djj, his,dan nadi ibu
Rasional : menilai kemajuan persalinan, keadaan ibu
dan janin.
7.
Member dukungan moral pada ibu
Rasional : dengan member dukungan pada ibu akan
lebih optimis dan semangat.
8.
Libatkan keluarga dalam proses
persalinan
Rasional : dengan menghadirkan keluarga dapat
mengurangi reaksi mental dan emosinal.
9.
Tindakan pencegahan infeksi sesuai
standar
Rasional : mencegah infeksi yang hilang
10. Dokumentasi
hasil pemantauan kala I fase aktif dalam partograf
Rasional : pemantauan
pada partograf merupakan standarisasi dalam penatalaksnaan asuhan
kebidanan dalam menilai kemajuan ataupembukaan serta keadaan ibi
dan janin.
LANGKAH VI IMPLEMENTASI
Tanggal
22-10-2011,pukul 06.50 wita
1.
Menganjurkan ibu untuk mencuci kaki dan
BAK sebelum naik ketempat tidur. Ibu melakukannya.
2.
Mengobsevasi tanda-tanda vital
TD
: 110/70 P : 24 x/mnt
N : 82
x/mnt S : 36,50
C
3.
Melakukanpemeriksaan dalam / VT
4.
Menganjurkan teknik relaksasi yaitu menari nafas da menghembuskan melalui mulut
jika his timbul. Ibu melakukannya.
5.
Menganjurkan ibu untuk memilih miring kesatu sisi. Ibu bersedia melakukannya
6.
Mengobservasi his dan Djj pukul 06.15 wita pembukaan 10 cm dengan frekuensi 5
x/mnt dan durasi >40/dtk serta Djj146 x/mnt
7.
Memberi dukungan moral pada ibu. Ibu mengerti dan merasa aman
8.
Melibatkan keluarga dalam proses persalinan. Ibi didampingi oleh keluarga
9. Melakukan pencegahan infeksi dalam mencuci
tangan sebelum dan sesudah melakukan tidakan.
10.
mendokumentasikan hasil temuan kala I fase aktif dalam partograf.
LANGKAH VII EVALUASI
Tanggal
22-10-2011, pukul 06.50 wita
1.
Kala I fase aktif berlangsung normal
yaitu ditandai dengan
-
His adekuat 5 x/mnt, durasi >40/dtk
-
Pembukaan lengkap 10 cm penurunan Hodge
IV
-
Keadaan ib baik
TD
: 110/70 P : 24
x/mnt
N : 82
x/mnt S : 36,50
C
2.
Djj dalam batas normal yaitu 146 x/mnt
3. Ibu sudah
beradaptasi dengan nyeri yang dirasakan ditandai dengan ibu tidak berteriaksaat his.
4. Keluaga ibu
mendampingi selama proses persalinan
5. ketuban pecah pada
saat pembukaan lengkap 10 cm
PENDOKUMENTASIAN KEBIDANAN INTRANATAL PATOLOGI
PADA NY “D” DENGAN POSTERM
(SEROTINUS)
DI PUSKESMAS
BATUA MAKASSAR
TANGGAL 18 OKTOBER 2011
No.Register : 412/11
Tgl. Masuk : 18 Oktober 2011, Pukul 06.00
Wita
Tgl. Partus : 18 Oktober 2011, Pukul
06.40 Wita
Tgl. Pengkajian : 18 Oktober 2011, Pukul 10.00 Wita
IDENTITAS
ISTRI / SUAMI
Nama :
Ny “D” / Tn “S”
Umur :
26 thn / 36 thn
Nikah, lamanya : 1x,1 thn
Suku :
Makassar
Agama :
Islam
Pendidikan :
SMP / SMP
Pekerjaan :
IRT / Wiraswasta
Alamat :
Jl. Batua raya
KALA
I
DATA
SUBJEKTIF (DS)
1.
Kehamilan ibu yang pertama
2.
Kehamilan ibu kurang lebih 42 minggu 6
hari
3.
HPHT tanggal 08-12-2010
4.
Ibu merasakan nyeri perut sejak pukul
05.30 wita dengan pengeluaran lendir dan darah
5.
Ibu merasakan nyeri bila janinya
bergerak
6.
Ibu merasakan pergerakan janinnya
sebelah kanan
7.
Ibu pernah mendapat TT 2x di PKM
Kassi-Kassi
8.
Ibu merasakan ada tekanan pada anus
DATA
OBJEKTIF (DO)
1.
TP tanggal 15-09-2011
2.
Ekspresi wajah tampak meringis bila ada
his
3.
Konjungtiva merah muda, sclera mata
tidak ikterus
4.
Pada payudara areola tampak
hyperpigmentasi. Papilla terbentuk saat dipencet
5.
Abdomen, pembesaran perut sesuai umur
kehamilan, tampak linea nigra dan striae livid, perut longgar dan tidan ada
luka bekas operasi.
Palapasi
Leopold :
Leopold I : 3 jrbwpx TFU : 36 cm LP : 106 cm
Leopold II : PUKI
Leopold III : Kepala
Leopold IV : BDP
TBJ :
3816 gr
6.
Djj 146 x/mnt pada kudran kanan bawah
7.
Kontraksi uterus 5x/mnt, durasi
>40/dtk
8.
Tidak ada varises pada tungkai
9.
Tanda-tanda vital
TD
: 110/70 P : 24
x/mnt
N : 82
x/mnt S : 36,50
C
10.
Pemeriksaan dalam tanggal 22 Oktober
2011, pukul 06.15 wita
1.
Vulva / vagina : tidak ada kelainan
2.
Portio :
melesap
3.
Pembukaan : 10 cm
4.
Ketuban :
(-)
5.
Presentasi : kepala
6.
Penurunan : hodge IV, 0/5
7.
Molase :
(0)
8.
Penumbungan : (0)
9.
Kesan panggull : normal
10. Pelepasan : lendir dan darah
ASSESMENT (A)
G1
P0 A0, Gestasi 42 minggu 6 hari, situs memanjang, presentasi
kepala,
BDP, janin hidup, tunggal, intra uterine, inpartu kala I fase aktif,
keadaan ibu dan bayi baik.
PLANNING
(P)
1. Menganjurkan
ibu untu mencuci kaki dan BAK sebelum naik ketempat tidur
2. Menjelaskan
pada ibu penyebab nyeri
3. Memberikan
intake yang adekuat yaitu susudan air putih
4. Mengajarkan
ibu untuk relaksasi dengan cara menarik nafas melalui hidung danmenghembuskan
melalui mulut.
5. Menganjurkan
ibu untu miring kanan / kiri dan berjalan-jalan
6. Mengajarkan
cara meneran dan posisi yang baik
7. Mengobservasi
kemajuan persalinan
8. Menyiapkan
partus set sesuai standar APN
9. Melakukan
pemeriksaan dalam, pukul 06.15 wita
§ Vulva
/ vagina : tidak ada kelainan
§ Portio : melesap
§ Pembukaan : 10 cm
§ Ketuban : (-)
§ Presentasi : kepala
§ Penurunan : hodge IV, 0/5
§ Molase :
(0)
§ Penumbungan : (0)
§ Kesan
panggull : normal
§ Pelepasan : lendir dan darah
10. Mengobsevasi
TTV
TD
: 110/70 P : 24
x/mnt
N : 82 x/mnt S
: 36,50 C
11. Member
support dan motifasi untuk ibu
KALA II
DATA SUBJEKTIF (DS)
1. Ibu
merasakan sakit yang semakin kuat
2. Adanya
dorongan kuat untuk meneran
3. Adanya
tekanan pada anus dan rasa ingin BAB
4. Adanya
pelepasan lendir dan darah
DATA OBJEKTIF (DO)
1. His
datang 5x/mnt dengan durasi >40/dtk
2. Perineum
menonjol, vulva membuka dan ada tekanan pada anus
3. Djj
terdengar jelas kuat dan teratur dengan frekuensi 146 x/mnt
4. Hasil
VT pada pukul 06.15 wita yaitu pembukaan serviks sudah lengkap dan penurunan
kepala 0/5 atau hodge IV
ASSESMENT (A)
Diagnosa aktual : perlangsungan kala II
Dianosa potensial : -
PALANNING (P)
1. Melihat
adanya tanda dan gejala kala II
2. Memastikan
kelengkapan alat pertolongan persalinan termasuk mematahkan 1 amp oksitosin dan
memasukkan 1 buah alat suntik sekali pakai 2,5 ml kedalam wadah partus set.
3. Memakai
celemek plastik
4. Memastikan
lengan / tangan tidak memakai perhiasan, kemudian mencuci tangan dengan sabun
dibawah air mengalir.
5. Memakai
sarung tangan DTT
6. Memasukkan
oksitosin kedalam spoit
7. Membersihkan
vulva / vagina ibu dengan kapas saflon
8. Melakukan
pemeriksaan dalam untuk memastikan pembukaan lengkap dan selaput ketuban sudah
pecah.
9. Mencelupkan
tangan yang bersarung tangan kedalam larutan clorin 0,5 % buka segera terbalik
dan rendam selama 10 menit.
10. Mendengarkan
Djj
11. Memberitahu
ibu dan keluarga bahwa pembukaan sudah lengkap
12. Meminta
keluaga untuk mempersiapkan posisi ibu
13. Memimpin
ibu untuk meneran
14. Membantu
ibu untuk mendapatkan posisi yang aman jika belum ada dorongan untuk meneran.
15. Memasang
handuk diatas perut ibu
16. Memasang
duk 1/3 di bagian bawah bokong ibu
17. Membuka
partus set
18. Memakai
sarung tangan DTT pada kedua tangan
19. Memimpin
persalinan, menyokong perineum dan menahan puncak kepala
20. Memeriksa
adanya lilitan tali pusat
21. Menunggu
kepala melakukan putaran paksi luar
22. Melakukan
biparietal untuk malahirkan bahu depan danbahu belakang
23. Melahirkan
badan dan lakukan sangga susur
24. Menelusuri
bokong, punggung dan tungkai kaki
25. Menilai
bayi
26. Mengeringkan
dan membungkus bayi
27. Memeriksa
dan meraba fundus uteri
28. Memberi
tahu ibu bahwa ia akan disuntik oksitosin
29. Menyuntik
oksitosi secara IM
30. Menjepit
tali pusat
31. Memotong
tali pusat diantara dua klem
32. Membiarkan
bayi berada diatas perut ibu
33. Menyelimuti
ibu dan bayi dengan kain hangat atau kering
KALA III
DATA SUBJEKTIF (DS)
1. Ibu
merasakan nyeri perut
2. Ibu
merasasenang dengan kelahiran bayinya
DATA OBJEKTIF (DO)
1. Bayi
lahir spontan, tanggal 18-10-2011, pukul 06.40 wita
BBL : 3700 gram
PBL : 48 cm
2. Kontraksi
uterus baik teraba bundar dan keras
3. TFU
1jrbpst
4. Perdarahan
kurang lebih 50 cc
5. Kala
III berlangsung selama ± 5 mnt
6. Plasenta
belum lahir
ASSESMENT (A)
Diagnosa aktual : perlangsungan kala III
Diagnosa potensial : antisipasi retensio plasenta
PLANNING (P)
34. Memindahkan
klem pada tali pusat berjarak 5-6 cm dari vulva ibu
35. Meletakkan
1 tangan diatas simpisis, 1 tangan lainnya melakukan peregangan tali pusat
terkendali.
36. Setelah
uterus berkontraksi, regangkan tali pusat kearah bawah dan kearah atas secara
dorso cranial.
37. Melakukan
peregangan dan dorso cranial hingga plasenta terlepas
38. Menjemput
dan memutar plasenta searah jarum jam
39. Melakukan
masase uterus
40. Memeriksa
plasenta baik bagian ibu maupun bagian bayi
41. Mengevaluasi
kemungkinan adanya laserasi pada jalan lahir
KALA IV
DATA SUBJEKTIF (DS)
1. Ibu
merasa kelelahan setelah melahirkan
2. Ibu
merasakan nyeri perut pada daerah bagian bawah
DATA OBJEKTIF (DO)
1. Kala
III berlansung ± 5 menit
2. Kontraksi
uterus baik teraba keras dan bundar
3. Plasenta
lahir lengkap
4. TFU
1jrbpst
5. Keadaan
ibu baik
6. Tanda-tanda
vital
TD
: 110/70 P : 24
x/mnt
N : 82 x/mnt S
: 36,50 C
ASSESMENT (A)
Diagnosa aktual : perlangsungan kala IV
Diagnosa potensial : kelelahan
PALANNING (P)
42. Memastikan
kontraksi uterus baik
43. Membiarka
bayi tetap berada diatas perut ibu paling lambat 1 jam
44. Melakukan
penimbangan dan pengukuran bayi, berikan tetes mata dan vitamin K 1 mg
45. Melakukan
pemeriksaan fisik pada bayi
46. Setelah
satu jam pemberian vitamin K lakukan imunisasi hepatitis B
47. Melakukan
evaluasi kontraksi uterus
48. Mengajarkan
pada ibu atau keluarga cara melakukan masase uterus
49. Evaluasi
dan estimasi jumlah kehilangan darah
50. Memeriksa
TTV
51. Memeriksa
kembali bayi untuk memastikan bayi bernafas dengan baik dan suhu tubuh normal
52. Tempatkan
semua peralatan kedalam larutan clorin 0,5 %
53. Buang
bahan-bahan yang terkontaminasi ketempat yang sesuai
54. Membersihkan
ibu dengan air DTT dan cairan lendir, darah dan cairan ketuban serta bantu ibu
mengganti pakaian basah dengan pakaian kering
55. Pastikan
ibu merasa nyaman
56. Dekontaminasi
tempat bersalin dengan larutan clorin 0,5 %
57. Celupkan
sarung tangan kedalam larutan clorin 0,5 %
58. Cuci
tangan dengan sabun dibawah air mengalir
59. Lengkapi
partograf